Beenatu

Kisah Para Entrepreneur Yang Memulai Sukses Ketika Kuliah

Berkuliah dan berbisnis secara bersamaan memang bukan hal yang mudah. Butuh tenaga, pikiran dan waktu yang lebih dibandingkan dengan mahasiswa lain yang hanya berkuliah saja. Namun kisah para entrepreneur berikut ini membuktikan, bahwa semua yang dikerjakan dengan niat dan kerja keras akan berbuah manis. Bermodalkan dengan semangat pantang menyerah yang kuat dan uang seadanya mereka berhasil mencapai kesuksesan dalam berbisnis namun tak melupakan kuliahnya.

Tentunya kesuksesan mereka tidak terjadi begitu saja, kegagalan dan jatuh bangun ketika berbisnis sudah dirasakan semuanya. Meski begitu, tak mematahkan semangat mereka. Toh yang namanya bisnis atau usaha pasti selalu memiliki resiko. Mungkin hal inilah yang terus mendorong para wirausahawan muda ini untuk terus berjuang. Berikut kisah inspiratif mereka.

1. Ranto Ari Pratama (Tahu Tek Cak Ari)

Kisah Mahasiswa Sukses Berbisnis
Kisah Mahasiswa Sukses Berbisnis

Ranto Ari Pratama merupakan salah seorang mahasiswa yang sukses menjalankan bisnis makanannya. Sejak tahun 2010 yang lalu Ia telah memulai bisnis Tahu Tek Cak Ari yang terletak di Makassar saat masih berstatus sebagai mahasiswa program studi Akuntansi Universitas Hasanuddin. Bermodalkan uang 4 juta hasil dari pinjaman kepada teman juga tabungannya, Ranto membuat sebuah gerobak dan membeli bahan baku.

Alumni Forum Indonesia Muda ini mengaku ada beberapa hambatan yang mempersulit berkembangnya kuliner tahu tek di ibu kota Sulawesi Selatan ini. Yang pertama Ia harus memodifikasi resep tahu tek sehingga rasanya bisa diterima oleh kalangan Makassar, yang kedua adalah labilnya harga bahan baku saat itu yang menyebabkan Ranto kesulitan menentukan harga tetap. Meski demikian, Ranto akhirnya berhasil melewati dua tantangan itu dengan gemilang dan menjadi wirausahawan sukses.

Kini Ranto telah sukses dengan bisnis kulinernya dan memiliki 20 lebih gerai di Makassar, beberapa diantaranya berada di luar kota. Setiap bulan Ranto dapat meraih omset ratusan juta rupiah.

2. Reza Nurhilman (Keripik Maicih)

Kisah Mahasiswa Sukses Berbisnis
Kisah Mahasiswa Sukses Berbisnis

Siapa yang tidak tau dengan Keripik Maicih. Keripik fenomenal yang identik dengan rasa pedas ini adalah hasil kreasi dari seorang mahasiswa program studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Maranatha Bandung yang bernama Reza Nurhilman. Bisnis yang dirintis sejak tahun 2010 ini kini sudah menghasilkan omset hingga milyaran rupiah per bulan. 

Jalan panjang sudah dilalui Reza hingga meriah kesuksesan saat ini. Lulus SMA tahun 2005, Ia tidak langsung melanjutkan kuliah, melainkan mencoba untuk berbisnis. Mulai dari jual beli barang hingga berjulan pupuk, yang dilakukan dalam rentang waktu empat tahun (2005-2009). Hingga akhirnya Reza diajak oleh seorang temannya ke salah satu daerah di Cimahi untuk mencicipi keripik lada pedas buatan seorang nenek, yang diakuinya sangat enak, namun sangat disayangkan karena sang pembuat tidak memasarkan secara komersil dan hanya membuatnya pada momen tertentu.

Dari situlah Reza mendapat ide untuk memasarkan keripik pedas tersebut secara komersial. Reza kemudian mengambil inisiatif dengan menanyakan resep keripik buatan sang nenek. Bak gayung bersambut, sang nenek tidak keberatan berbagi dan mengizinkan Reza menggunakan resep sama untuk berjualan. Dengan modal sebesar 15 juta rupiah, Reza mulai memproduksi keripik yang diberi merek Maicih sebanyak 50 bungkus per hari. Kala itu, ia hanya menyediakan kripik pedas dengan varian level 1-5 yang dipasarkan dengan cara berkeliling.

3. Yasa Paramita Singgih (Men’s Republic)

Kisah Mahasiswa Sukses Berbisnis
Kisah Mahasiswa Sukses Berbisnis

Darah bisnis juga mengalir pada diri Yasa Paramita Singgih. Pemuda asli Jakarta itu memang sejak kecil tertarik menggeluti dunia bisnis. Sejak SMP, Yasa mulai menjadi reseller kaos yang dibeli dari pasar Tanah Abang dan memasarkan melalui sosial media. Walau Ia tidak memiliki pengetahuan sama sekali mengenai seluk beluk kaos, ataupun desain, Yasa berani untuk berbisnis kaos secara online. Ilmu yang Ia miliki saat itu hanyalah bahwa dia bisa membeli kaos di pasar untuk kemudian bisa dipasarkan secara online.

Keinginan Yasa Singgih untuk menekuni dunia bisnis ternyata kian hari semakin kuat, dorongan tersebut membuatnya mencoba membuka bisnis baru pada tahun 2012 dengan mendirikan kafe kecil yang ia namai Ini Teh Kopi letaknya di kawasan Kebun Jeruk. Tak lama kemudian, sekitar enam bulan kemudian ia sudah membuka cabang baru tepatnya di Mall Ambassador Jakarta Selatan. Namun ternyata bisnis baru yang ia kelola tersebut mengalami kebangkrutan karena belum bisa membagi waktu antara sekolah dan bisnisnya. Hingga akhirnya tahun 2013 Ia memutuskan untuk menutup kafenya, dan bahkan bisnis kaosnya pun juga turut dihentikan. Menurutnya, jika dihitung kerugian yang Ia derita mencapai 100 juta dari kegagalan yang ia alami.

Tak mau lama terpuruk, Yasa kembali lagi ke dunia fashion. Mahasiswa Universitas Bina Nusantara ini akhirnya membuat online shop bernama Men’s Republic. Ternyata Yasa memang ditakdirkan di dunia fashion. Online shop yang dibuka sejak berusia 19 tahun itu semakin laris dibanjiri pelanggan. Kini Men’s Republic menjual berbagai macam produk untuk pria, diataranya , jaket, kaos,  sandal dan juga sepatu. Dari bisnis ini, Reza dapat meraup omset ratusan juta rupiah per bulan.

4. Agung Nugroho Susanto (Simply Fresh Laundry)

Kisah Mahasiswa Sukses Berbisnis
Kisah Mahasiswa Sukses Berbisnis

Pernah melihat Outlet Simply Fresh Laundry di kotamu? Waralaba laundry terbesar di Indonesia ini adalah bisnis yang dirintis oleh Agung Nugroho Susanto. Agung memulai bisnis ini ketika masih menjalani study semester 6 Fakultas Hukum di Universitas Gadjah Mada pada tahun 2006. Meskipun sebelumnya Ia pernah gagal berbisnis dengan membuka distro bersama teman mahasiswanya, Agung tak menyerah untuk berwirausaha. Dengan tekad yang lebih kuat lagi ia melangkah terus sehingga membawanya melihat peluang bisnis besar dalam bisnis laundry.

Sempat tidak mendapat restu dari kedua orang tuanya meski bisnis laundrynya berkembang pesat, namun hasrat untuk menjadi seorang pebisnis rupanya tidak bisa dihentikan begitu saja. Karena orang tuanya menginginkan Agung berkeja sebgai pegawai kantoran. Mengingat latar belakang pendidikan dan orang tuanya sendiri yang pengacara. Meski begitu, Agung tetap memohon kepada kedua orang tuanya untuk memberikan izin menjadi seorang pengusaha. Namun apa mau dikata orang tua tetap tidak memberi izin. Bukan seorang pebisnis handal jika menyerah begitu saja. Dengan berbagai jurus Agung berusaha meyakinkan kedua orang tuanya untuk memberikan izin. Akhirnya, Agung Nugroho Susanto meminta diberi kesempatan satu tahun untuk berbisnis, dan jika ia gagal ia akan menuruti kemauan orang tuanya dan mengubur mimpinya menjadi seorang pebisnis.

Dengan setahun tempo yang diberikan, bisnis laundry Agung berkembang sangat pesat dari 1 outlet menjadi 30 outlet. Kini Agung telah 290 lebih outlet yang tersebar di 1o1 kota di indonesia dan menghasilkan omset hingga 3 milyar tiap bulannya. Tidak hanya itu, Agung juga melebarkan bisnisnya, diantaranya dengan mendirikan Simply Prime, Simply Homy dan FreshLab.

beenatu adm

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *